Higiene Industri Jadi Kunci Sehat dan Selamat

Berbicara tentang Higiene Industri sangat dekat kaitannya dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Sudah jelas, K3 merupakan suatu ilmu dan upaya hingga berharap menjadi sebuah budaya yang dilakukan oleh setiap organisasi untuk mencapai kondisi “sehat” dan “selamat”. Ilmu lain yang melengkapi keberjalanan K3 dan seluruh programnya adalah higiene industri.

Higiene industri adalah ilmu yang mempelajari mengenai cara melakukan antisipasi, rekognisi, evaluasi dan pengendalian terhadap berbagai faktor lingkungan di tempat kerja yang menyebabkan pekerja terkena penyakit, mengalami gangguan kesehatan atau mengalami ketidaknyamanan di lingkungan kerjanya. Definisi ini diambil dari Fundamental of Industrial Hygiene 4nd Edition.

Pakar Kesehatan Kerja Indonesia, yaitu Suma’mur, mengutarakan bahwa Higiene Perusahaan adalah spesialisasi dalam  ilmu hygiene beserta prakteknya yang melakukan penilaian pada faktor penyebab penyakit secara kualitatif dan kuantitatif di lingkungan kerja atau perusahaan, yang hasilnya digunakan untuk dasar tindakan korektif pada lingkungan, serta pencegahan, agar pekerja dan masyarakat di sekitar perusahaan terhindar dari bahaya akibat kerja, serta memungkinkan mengecap derajat Kesehatan yang setinggi- tingginya.

Higiene industri memiliki tiga aspek utama, yaitu :Pengenalan lingkungan Kerja ; Penilaian lingkungan Kerja; dan Pengendalian lingkungan Kerja.

Adapun hal-hal yang menjadi fokus higiene industri diantaranya :

– Mempelajari sanitasi perusahaan dalam kaitannya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang akan mempengaruhi produktifitas kerja,

– Pada kesehatan kerja akan dilakukan diagnosis penyakit dan pengobatan,

– Perbaikan lingkungan kerja dan peningkatan derajat kesehatan.

Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai aspek utama higiene industri

  1. Pengenalan lingkungan Kerja

Mengenal bahaya lingkungan yang berhubungan dengan pekerjaan (Work Operation) dan pemahaman dari efek atau akibatnya terhadap para pekerja maupun masyarakat

disekitarnya.

  1. Penilaian

Penilaian dilakukan melalui kegiatan pengukuran, pengambilan sampel, analisis di laboratorium, sehingga dapat ditentukan Kondisi lingkungan Kerja, perlu tidaknya teknologi pengendalian, Ada/tidaknya korelasi kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja (PAK) dengan lingkungan. Di tahap ini juga dilakukanevaluasi faktor bahaya dilingkungan kerja dengan melakukan pengukuran dan pemantauan kuantitatif untuk mengetahui seberapa besar pengaruh bahaya tersebut, sehingga menimbulkan gangguan kesehatan dan kehidupan para pekerja.

  1. Pengendalian

Tahap pengendalian merupakan tahap dimana perusahaan menerapkan metode teknik tertentu untuk menurunkan tingkat faktor bahaya lingkungan sampai batas ditolerir dan aman bagi pekerja.

Berdasarkan definisi serta penjelasan aspek-aspek higiene industri diatas, dapat kita tarik simpulan bahwa memang higiene industri menjadi salah satu kunci keberhasilan program K3 untuk mencapai derajat kesehatan yang tinggi serta angka kecelakaan yang minimal bahkan tidak ada. Salam sehat! [AR]

error: