Penerapan K3 Pertambangan di Masa Pandemi Covid 19

Pada tanggal 08 Agustus 2021 telah dilakukan kuliah pakar untuk mata kuliah K3 Pertambangan berupa seminar melalui Zoom Meeting dengan tema “Penerapan K3 (Safety Culture) di Sektor Industri Pertambangan”. Pada perkuliahan tersebut diikuti seluruh mahasiswa K3 Universitas Darussalam Gontor dan beberapa dari peserta luar mencakup praktisi HSE, fresh graduate, dan mahasiswa dengan jumlah total 129 peserta. Salah satu pembahasan yang paling menarik adalah pada saat sesi tanya jawab di mana ada salah satu peserta yang bertanya terkait penerapan K3 di masa pandemi Covid-19 yaitu, “Bagaimana kondisi pekerjaan industri pertambangan pada saat masa pandemi seperti ini, apakah ditunda sementara sampai kondisi normal atau hanya dikurangi dari segi jam kerja dan pekerjanya?”

Narasumber pada kuliah pakar ini merupakan seorang manajer K3 dan lingkungan di sebuah perusahaan teknologi baru yang berlokasi di Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah. Narasumber menjawab dan menjelaskan terkait situasi operasional pertambangan di perusahaannya selama pandemi. Operasional perusahaan masih tetap berjalan dengan memperhatikan pengaturan  jam kerja  dan menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan RI dan Kementerian ESDM RI demi mencegah penularan atau penyebaran infeksi kasus Covid-19. Adapun penerapan teknis dari program K3 selama pandemi di perusahaan tambang nikel dan kobal menurut narasumber adalah sebagai berikut:

  1. Pengaturan jam kerja, yaitu dengan memberikan selisih jam kerja pada setiap kelompok karyawan sehingga yang biasanya di dalam ruangan ada 10 -20 orang kini menjadi 10 orang dan dibuat berjarak;
  2. Pada ruangan ber AC, yang biasanya sepanjang hari selalu ber AC, selama pandemi ini wajib membuka ventilasi (pintu dan jendela) per satu jam sekali;
  3. Larangan makan di kantin, kantin hanya melayani take away / makanan di bungkus dan makan di kamar masing-masing;
  4. Pelaksanaan vaksinasi secara bertahap demi terwujudnya sikap gotong royong;
  5. Pembagian vitamin kepada karyawan, diantaranya vitamin C dan B Complex;
  6. Pemenuhan gizi pada karyawan, seperti meninjau ulang makanan makanan yang tersedia di kantin serta menyediakan makanan tambahan;
  7. Melakukan desinveksi di ruangan kerja sebanyak dua kali, yaitu di pagi hari dan sore hari sepulang kerja;
  8. Penerapan standar protokol kesehatan di masa pandemi, yaitu:
    • Menggunakan masker;
    • Menjaga jarak;
    • Mencuci tangan menggunakan sabun dan air bersih mengalir / menggunakan hand sanitizer.

Pandemi Covid-19 merubah segala tatanan kehidupan, tak terkecuali pada perusahaan dan industri pertambangan. Sehingga, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi sebuah budaya K3 sangat berpengaruh untuk meningkatkan produktivitas kerja; dan 3M (menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) menjadi bagian yang sangat penting untuk diterapkan dalam budaya K3 pada masa pandemi ini supaya pekerja tetap aman dan sehat saat beraktivitas. Sebagai closing statement dari pemateri pada pertemuan perkuliahan ini, “Waspada menjadi kunci utama terhindarnya dari bahaya”.

error: